Labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta)
Labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta)
adalah satu-satunya jenis labi-labi yang masih lestari yang merupakan anggota
keluarga Caretochelidae.
Hewan endemik Papua yang kerap disebut kura-kura ini populasinya di alam
bebas sangat terancam karena merupakan hewan peliharaan populer dan sering
diselundupkan ke luar negeri (Cina dan Taiwan) untuk dikonsumsi sebagai obat.
Ia hidup di sejumlah sungai di daerah selatan Papua dan di beberapa tempat
di Queensland utara.
Taman Nasional Lorentz menjadi tempat perlindungan
terakhirnya.
Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Sauropsida
Ordo : Testudines
Subordo : Cryptodira
Superfamili : Trionychoidea
Famili : Carettochelyidae
Subfamili : Carettochelyinae
Genus : Carettochelys
Spesies : C. insculpta
Nama binomial "Carettochelys insculpta" Ramsay, 1887
Penyebaran:
Habitat kura-kura moncong babi adalah rawa dan sungai. Sebarannya hanya
terdapat di tiga negara yaitu Papua bagian Selatan Indonesia, Papua New Guinea
dan Australia bagian Utara. Di Pulau Papua Bagian Selatan, sebaran mereka
meliputi Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, Bovendigoel, Mimika, Dogiyai, sampai
ke Kaimana.
KMB yang dikenal juga labi-labi moncong babi ( Carettochelys Insculpta),
adalah satwa endemik dari wilayah selatan Papua yang masuk dalam 21 species
ikonik yang marak diperdagangkan secara illegal. Dari habitat aslinya di
beberapa kampung di kabupaten Asmat, KMB sudah rentan terhadap perburuan.
Masyarakat lokal sudah mengkonsumsi telur KMB sejak turun temurun dalam jumlah
terbatas. Maraknya permintaan pasar dan harga yang tinggi terhadap telur KMB,
membuat KMB jauh lebih berharga sebagai komoditas daripada sumber makanan.
Deskripsi
Labi labi moncong babi tidak seperti spesies kura-kura air tawar lainnya
yang memiliki kaki sebagai alat gerak. pada Kaki labi -labi berfungsi sebagai
sirip, menyerupai penyu. Hidungnya terlihat seperti babi, memiliki lubang
hidung di ujung moncong yang berdaging, maka disebut kura kura hidung babi (pig-nosed
turtle) . Karapas biasanya berwarna abu-abu, dengan tekstur kasar,
sedangkan plastron berwarna krem. Jantan dapat dibedakan dari betina dengan
ekornya yang lebih panjang dan lebih sempit. Kura-kura hidung babi bisa tumbuh
hingga sekitar 70 cm (28 in) panjang karapas, dengan berat lebih dari
20 kg (44 lb).
Penyebaran
Penyebaran labi - labi moncong babi ditemukan di daerah Australia utara, Papua selatan, dan Papua Nugini selatan. Habitat yang khas yang disenangi labi - labi moncong babi termasuk sungai, muara, laguna, danau, rawa dan kolam yang sekelilingnya adalah hutan lebat. Sebagian besar labi - labi babi ditemukan di perairan dengan dasar pasir dan kerikil tertutup oleh lumpur, dan rata-rata kedalaman enam kaki. Dua wilayah di mana kura-kura ini telah dipelajari adalah daerah Sungai di selatan New Guinea dan Sungai di Australia utara
Seperti halnya banyak kura-kura di lokasi terpencil, labi - labi moncong babi ini
dipercaya sangat langka. Meskipun data jumlah populasi yang tepat saat ini
tidak tersedia, Namun, ada laporan terbaru tentang penurunan populasi di
beberapa wilayah di mana spesies itu pernah melimpah. Karena itu, Australia
telah melindungi kura-kura ini dari eksploitasi. Namun, New Guinea belum
menerapkan tindakan konservasi apa pun. Karena perlindungannya di Australia,
kura-kura moncong babi jarang tersedia di daftar dealer di Amerika Serikat.
Namun di Jepang dan negara lain yang sering menawarkan kura-kura Pig-nosed
untuk dijual.
Makanan
Meskipun labi - labi hidung babi adalah omnivora yang berarti memakan
tumbuhan dan hewan, mereka lebih menyukai tanaman dan buah daripada binatang di
alam liar. makanan meraka berpusat di sekitar buah dan daun ara liar. Populasi
hidup subur dengan memakan buah ara, apel, buah kiwi dan pisang, serta sesekali
potongan ikan dan udang. Beberapa orang juga menemukan kura-kura ini sangat
menyukai cacing dan anak tikus.
Perilaku
Pada labi - labi moncong babi dewasa membutuhkan kolam besar atau aliran
sungai yang besar sebagai tempat hidupnya. Individu yang lebih kecil dapat
hidup di kolam - kolam kecil yang memiliki tanaman air dan tempat persembunyian
bawah air sebagai tempat perlindungan. Suhu air harus dijaga antara 79 °F
(26,1 °C) dan 86 °F (30 °C). Kualitas air sangat penting untuk
berhasil menjaga spesies ini. Sistem penyaring biologi harus ada. Jika kualitas
air yang buruk maka akan menyebabkan gangguan kulit jamur atau bakteri pada
karapas. Tidak perlu menyediakan tempat berjemur bagi labi - labi hidung babi.
Akses ke tanah harus disediakan untuk betina dewasa agar mereka bisa bersarang.
Betina biasanya dapat bertelur antara 7 sampai 39 telur. Jenis kelamin
tergantung pada suhu ketika telur diinkubasi, jenis kelamin jantan diproduksi
ketika telur berada pada kisaran suhu konstan 82 - 86 °F
(27,7-30 °C). Masa inkubasi bervariasi dari 60 hingga 70 hari.



Komentar
Posting Komentar